I'm a girl, a daughter, a sister, and muslim forever, just ordinary blog, and this is me.. ^_^
Rabu, 06 Februari 2013
ikatlah ilmu dengan menulisnya
Februari ceria,, :)
bisa mosting entri lagi akhirnya..
Kali ini postingan tentang refleksi dari sarahsechan matakuliah "Menulis buku Teks Pelajaran dan ilmiah" yang baru saja dilaksanakan kemarin tanggal 5 Februari 2013 di kampusku tentunya.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari jurusan Sastra Indonesia dan juga dua dosen. Satu dosen juga menjabat sebagai kajur Sastra Indonesia. Dengan persiapan yang sangat minim, acara tersebut tampaknya masih memiliki banyak kekurangan (begitulah komentar kajur)
Seperti judul matakuliah yang dijadikan tema acara tersebut, pastinya mahasiswa yang menghadiri acara itu juga pernah mengikuti mata kuliah yang diampu oleh dosen yang ahli dalam bidang tulis-menulis.
Dalam acara itu, 2 pemakalah menyajikan ulasan mereka tentang pengalaman menulis buku teks yang ditempuh pada semester 5 lalu. berbeda dengan dua pemakalah tersebut, aku akan menceritakan bagaimana susahnya menulis buku teks pelajaran.
Pada waktu semester 5, aku mendapatkan matakuliah menulis Buku Teks Pelajaran. Dari namanya saja tentu kalian sudah bisa menebak produk apa yang akan dihasilkan ketika perkuliahan itu berakhir. Yaa,, produk dari perkuliahan itu adalah sebuah buku. Tapi bukanlah buku pelajaran hebat yang ditulis oleh orang-orang yang berpengalaman, tetapi buku amatir yang masih banyak sekali kekurangan di sana-sini.
Masih ingat betul dalam bayangan, dalam memoriku, bagaimana perjuangan menulis buku teks pelajaran. Pertemuan demi pertemuan dalam perkuliahan selalu diwarnai dengan omelan-omelan sang dosen yang selalu berkomentar "JELEK, GANTI, UBAH, BUKU MACAM APA INI'
"babak belur" aku dan teman-temanku lalui ketika menempuh matakuliah ini. Jika para penulis profesional pada umumnya hanya memikirkan isi dari buku yang akan diterbitkan tapi tidak dengan kami. Kami juga harus memikirkan bagaimana desain dan layout buku, termasuk memikirkan asesoris-asesoris yang biasanya ada pada buku sebuah buku pelajaran khususnya pelajaran bahasa Indonesia
Well, satu semester terlalui dengan hancur-hancuran, tapi akhirnya sebuah buku terbit dari anak-anak manusia yang sesungguhnya hanya menginginkan lulus dari matakuliah itu berapapun nilainya.
kesimpulan yang sering diucapkan oleh dosen ketika memberi perkuliahan termasuk kemarin pada saat menjadi pemateri pada acara sarahsechan adalah bahwa MENULIS ITU SULIT. Dan tidak heran jika harga buku pelajaran sekelas terbitan penerbit bonafit di Indonesia harganya mahal. Dan rahasia besar yang menjadi pertanyaan rekan-rekan mahasiswa selama ini adalah, berapa uang yang didapatkan dari pekerjaan seorang penulis? dan kemarin dosen memebeberkan jika ia menerima kurang lebih 100 juta sebagai royalti.
Sebagai penulis amatir sepertiku saat ini, memang rasanya seperti pungguk yang merindukan bulan jika harus berangan-berangan mendapat durian nomplok seperti yang diceritakan dosen itu tadi. Walaupun aku tidak bisa menjadi penulis yang produktif tapi setidaknya ada kepuasan tersendiri ketika aku bisa mengungkapkannya dan berbagi dengan orang lain minimal orang-orang yang disekitarku..
akhir kata, cuma mau bilang.. menulis itu adalah pekerjaan yang mudah, murah, dan bisa dijalani dengan pekerjaan apapaun. sedikit apapun ilmu yang kita peroleh dari kehidupan sehari-hari, alangkah manisnya jika kita menuliskannya pada sebuah buku ataupun blog yang seperti saya lakukan sekarang ini. Ikatlah ilmu dengan menulisnya, karena dengan menulisnya, ilmu tersebut akan jauh lebih dikenang dan diingat orang lain bahkan ketika penulisnya sudah tidak ada.. Bermanfaat bukan menulis itu? You wanna try?????????? writing is interesting.. :) selamat mencoba..
Read More......
Sabtu, 19 Januari 2013
Telaga Sarangan
okeee,, kembali lagi bersama saya,, siapa saya?? yyaaa,, saya masih nanda, pemilik blog ini... :)
kali ini, masih berusaha untuk menceritakan beberapa tempat wisata yang aku kunjungi pas liburan semester ganjil bulan lalu.
setelah sempat nyolong liburan dahulu ke pasir putih Trenggalek, :) kali ini nggak nyolong liburan lagi karena emang udah waktunya liburan.. :D
tepatnya tanggal 22 Desember bertepatan pula dengan hari ibu juga nih, kita bertiga (read: aku, ibu, dan om) pergi ke Magetan. kalo yang masih asing dengan kota ini coba cek di peta.. tapi yang dilihat jangan peta jawa barat.. ya nggak ada emang kota magetan di peta jawa barat.. hehe.. lihatnya di peta jawa timur.
nah!! udah percaya kalo di Indonesia ada kota namanya Magetan? baguslah kalo sudah percaya.. hihi.. :p
sebenarnya kalo bukan karena alasan sesuatu dari om.ku, aku dan ibu juga nggak bakal di ajak ke sana. kebetulan tanteku kerja di Magetan dan long distance nih ceritanya om.ku sma tante.ku. :D
kami berangkat dari kediri sekitar pukul 5 sore..menempuh perjalanan sekitar 3 jam an lah yaa, bisa kurang bisa lebih karena tergantung jalannya.. pas itu juga hari sabtu juga..:)
nyampek di Magetan sekitar pukul 8 malam. Di sambut dengan dinginnya kota magetan khususnya arah ke tempat wisata Telaga Sarangan.. Brrrr.. dingiiiiinnn...
cukup sulit cari kontrakannya tante.ku ini.. padahal om.ku juga udah sering ke sana tapi masih aja belum hafal.. hihi..
tapi akhirnya nemu juga,, ternyata kontrakannya nylepit-nylepit gang alias masuk gang yang suempit gitu, padahal om.ku bawa mobil.. hadehh..
sampailah di rumaaaaaahhhhh...
begitu menginjak lantai rumah,, ALAMAAAAAAAKKKKKKK,,,, telapak kaki berasa kayak nginjak lantai yang terbuat dari es,, dingiiinn bangeett,, ditambah dengan suasana lembab rumah yang seluruh perabotannya jadi dingin semua kalo dipegang.
langsung aku dan ibu menuju ke kamar,, dan di rumah itu cuman ada satu kamar.. langsung ambil selimut.. dan selimutpun juga kerasa dingin kalo nempel kulit.. WAW....
akhirnya kami makan malam kemudian tidur ber5 sekalian anaknya om.ku kruntelan jadi satu kamar..
paginyaaaaa... ceritanya galau nih aku,, antara mandi apa enggak.. soalnya dingin banget,, asli dehh malang kalah dinginnya sama Sarangan..
akhirnya kuputuskan mandi aja.. :)
setelah semua perbekalan siap, kita meluncur ke Telaga Sarangan..
jarak rumah dari Sarangan sekitar 2 km doang, pantes dinginnya kayak gitu.. melewati sawah dan perbukitan yang pastinya indah ditemani juga dengan udara sejuk,, waaahhh... cuci mata beneran nih..
sampai juga di telaga.. sempet bingung cari tempat parkir mobil, soalnya full semuaa.. hari minggu sih yaa..
akhirnya nemu dehh..
terus gelas tikar, makan, terus naik boat, terus pulang,
btw, nggak ada yang spesial sebenernya di tempat wisata itu,, ya mungkin hawanya yang sejuk jadi semua orang pgn ke sana..
ada sih yang spesial,, yang spesial adalah untuk pertama kalinya aku makan yang namanya SATE KELINCI.. hmmmm.. padahal dari dulu kalo sruh makan sate kelinci mesti gak tega,, bayangin hewannya itu lo,, lucu tapi dibunuh ters di makan,, haduhh..
tapi nggak nyesel juga makan sate kelinci,, enaaakkkk joooo... Mak NYOSSSS... mirip-mirip tekstur dagingnya sama daging ayamm.. pkoknya ENAAAAAKKK,, (y)
Read More......
Langganan:
Postingan (Atom)